Menguasai pengetahuan ini sangat penting, oleh karena perkembangan yang sangat cepat terus terjadi pada industri perhotelan, terutama disebabkan oleh peluang yang timbul, selera dan kebutuhan konsumen yang selalu bertambah dan berubah.
yang mana menuntut juga perubahan keseluruhan konsep yang mencakup :
Perencanaan, pemilihan lokasi, pendanaan, strategi pemasaran & penjualan, sistim pengelolaan maupun kriteria SDM yang akan dipekerjakan sebagai pimpinan maupun karyawan secara keseluruhan.
Pengetahuan/knowledge tersebut akan kami presentasikan secara singkat, meskipun menyadari bahwa dalam waktu yang sangat terbatas ini tidak mungkin mencakup semuanya .
INDUSTRI PERHOTELAN
Gambaran:
KETERIKATAN HOTEL DENGAN BEBERAPA UNSUR YANG TAK TERPISAHKAN
Usaha perhotelan mempunyai kaitan atau hubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan beberapa unsur yang punya kepentingan yang berbeda-beda berikut ini :
8 (DELAPAN) KARAKTERISTIK KHUSUS INDUSTRI PERHOTELAN :
1. CAPITAL INTENSIVE
2. LABOR INTENSIVE
3. SENSITIF DALAM PERSAINGAN
4. SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN KONDISI
5. HETEROGEN DALAM PELAYANAN
6. YANG DIJUAL ADALAH INTANGIBLE
7. PRODUKNYA PERISHABLE
8. INSEPARABILITY DENGAN GEDUNG DAN LOKASINYA
Produknya harus dikonsumsi ditempat produk itu dihasilkan, sehingga pembeli harus mendatangi hotel.
1.CAPITAL INTENSIVE
Membangun dan mengusahakan sebuah Hotel memerlukan Modal yang besar, Investasinya berjangka panjang , "yield"nya rendah dan lamban.2. LABOR INTENSIVE
Hotel mengerjakan pekerja terampil yang berlatar belakang pendidikan hotel dalam jumlah yang besar, baik karena jasa pelayanan belum banyak yang dapat digantikan oleh mesin, juga karena hotel beroperasi 24 jam yang memerlukan 3 shift.
3. SENSITIF DALAM PERSAINGAN
Elastisitas permintaan (demand) oleh karena penurunan jumlah kunjungan wisatawan atau jumlah hotel-hotel dengan kelas dan type sama yang berlebihan disuatu tempat, akan cepat berdampak kepada perang tarif. Belum lagi soal Citra, Brand Name, Lama-Baru, Selera Konsumen, Marketing Mix dll.
4. SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN KONDISI
Kondisi Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik dan Keamanan serta Ketertiban / Kepastian Hukum sangat besar pengaruhnya terhadap pengembangan dan kegiatan usaha perhotelan pada umumnya.
5. HETEROGEN DALAM PELAYANAN
Service outputnya ( produktifitas kerja karyawan) bervariasi, baik dalam cara, kualitas, waktu maupun tempatnya.
6. YANG DIJUAL ADALAH INTANGIBLE
Contoh barang dan jasa yang dijual tidak bisa dibawa-bawa untuk ditunjukkan kepada calon pembeli, sehingga harus pandai-pandai meyakinkan mereka dengan memperlihatkan gambar-gambar / brochures dan janji-janji.
7. PRODUKNYA PERISHABLE
Barang yang dijual tidak dapat disimpan atau ditimbun : kamar yang tidak terjual pada suatu hari berarti hilanglah pemasukan pada hari itu.
8. INSEPARABILITY DENGAN GEDUNG DAN LOKASINYA
Produknya harus dikonsumsi ditempat produk itu dihasilkan, sehingga pembeli harus mendatangi hotel.
LOKASI , KELAS, STANDAR dan TYPE HOTEL
Hotel yang dibangun dengan memperhatikan kelas / bintang
* Melati
* Bintang 1 s/d 5
* Boutique
Hotel bisa juga disebut berdasarkan standarnya fasilitas dan pelayanannya :
* Traditional
* National
* International
Hotel dapat pula berbeda-beda typenya :
* Cottages / Bungalows
* Villas
* High Rise Building / Multi Storey Building
* Low Rise Building
MEMBANGUN SEBUAH HOTEL
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati sebelum membangun sebuah Hotel, antara lain ialah bahwasanya :
STUDI KELAYAKAN
Sebagaimana telah kami ingatkan, sebuah Studi Kelayakan harus dilakukan sebelum melaksanakan pembangunan.
Studi kelayakan minimal berisi analisa tentang kekuatan dan kelemahan, peluang dan hambatan (SWOT Analysis) dan kriteria kelayakan investasi, artinya pembangunan ini akan menguntungkan atau tidak.
Kerangka dasar Studi Kelayakan adalah sebagai berikut :
PENDAHULUAN
PROFIL INVESTOR
PROYEK YANG DIRENCANAKAN
Klasifikasi Hotel
7 (TUJUH) ASPEK PENTING DALAM PERSIAPAN PEMBANGUNAN:
1. ASPEK LEGAL
2. ASPEK TEKNIS & ARSITEKTURAL
3. ASPEK ORGANISASI & MANAJEMEN
4. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
5. ASPEK KEUANGAN
6. ASPEK PEMASARAN
7. ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN
1. ASPEK LEGAL
* Badan Hukum
* Kepemilikan tanah
* Perijinan
* Peraturan-peraturan Daerah
* Perjanjian / Kontrak-kontrak
2. ASPEK TEKNIS & ARSITEKTURAL
* Peta dan tapak tanah
* Analisa Kondisi dan Karakteristik Site
* Aksesibilitas & Transportasi
* Desain / Type Bangunan
* Struktur Bangunan
3. ASPEK ORGANISASI & MANAJEMEN
* Profil Perusahaan (Owning Company)
* Calon Pengelola (Management Company)
* Pilihan Cara Pengelolaan
4. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
* Struktur Organisasi
* Kompetensi, Jumlah & Tugas-tugas karyawannya
* Peraturan Ketenagakerjaan
* Peraturan Perusahaan
5.ASPEK KEUANGAN
* Equity
* Biaya Proyek
* Rencana Pembiayaan Proyek
* Sumber Dana
* Proyeksi Rugi-Laba & Arus Kas
* NPV, IRR, ROI, ROE dan Pay Back Period
* Kriteria Kelayakan Investasi
6. ASPEK PEMASARAN
* Analisa Pasar ( Supply & Demand )
* Analisa Persaingan ( Competition & Comparative Study )
* Peluang & Rekomendasi pilihan Pasar
* Spesifikasi Pengembangan Produk
7. ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
* Sumber Air bersih
* Pembuangan Limbah padat & limbah cair
* Pengelolaan Limbah
* Sertifikasi
PERSIAPAN PEMBANGUNAN DENGAN MEMPERHATIKAN KE-7 ASPEK PENTING
1. Pendirian Badan Hukum merupakan prasyarat utama.
2. Beberapa Perijinan yang diperlukan, minimal adalah :
2. ASPEK ARSITEKTUR DAN TEKNIS
n Setelah membuat Konsep pembangunan hotel yang diinginkan, maka Arsitek diminta menginterpretasikannya kedalam sebuah Artist Impression.
n Dalam merencanakan pembangunan hotel selain harus memperhatikan segi keindahan /estetika (Architectural Design) yang sesuai dengan konsep yang didasari oleh visi & misinya, juga tidak kalah pentingnya segi fungsi-fungsi operasional didalam hotel yang harus memenuhi persyaratan untuk pengelolaan yang berkaitan dengan
Yang pada umumnya mengutamakan :
3. ASPEK MANAJEMEN
Yang harus diperhatikan dalam menentukan siapa yang akan menjadi Calon Pengelola Hotelnya ialah:
n Pertama: mengetahui apakah Calon Pengelola dapat dipercaya dan diyakini dapat beradaptasi dengan Budaya Perusahaan dan visi&misinya , maka perlu ditest hal-hal berikut :
n Kedua: harus diperhatikan Hak & Kewajiban masing-masing yang dituangkan dalam Perjanjian Pengelolaan & Pengoperasian yang akan ditandatangani.
Ketiga: apakah memiliki Sistim Manajemen yang sesuai dengan hotelnya , mulai dari Pemasaran & Penjualan, Sumber daya Manusia, Keuangan & Accounting, Rooms Division, Food & Beverage Division, Purchasing sampai ke Security maupun Maintenance&Engineering.
Keempat: Penyiapan Business Plan (Marketing & Budget Plan) yang perlu disepakati bersama.
Kelima: Penyiapan Daftar Furniture/Fixtures/Equipments dan Pengadaan supplies seperti :
Mempersiapkan sumber daya manusia haruslah dianggap sebagai hal yang sangat serius. Perusahaan harus mengerti Tenaga kerja bagaimana dan berapa jumlahnya yang diperlukan oleh Struktur Organisasi hotelnya, menguasai Perundang-undangan menyangkut hubungan kerja antara Perusahaan dan Karyawan, seperti kontrak kerja, pengupahan, hak & kewajiban kedua pihak, pemutusan hubungan kerja, pensiun, pesangon, dsb.
Pengelola yang ditunjuk akan menetapkan :
5. ASPEK PEMASARAN
Diawali dengan studi dan penelitian tentang pasar yang ada dan pasar yang potensial,persaingan dan permintaan yang berkembang, maka ditetapkanlah Strategi Pemasaran yang mencakup kegiatan-kegiatan dibidang :
RESEARCH, ANALYSIS & PLANNING (Penelitian, Penganalisaan dan Perencanaan)
SALES (Kegiatan penjualan)
ADVERTISING & PROMOTIONS (Periklanan dan kegiatan-kegiatan untuk menunjang penjualan, serta pilihan media yang tepat sehingga iklan jadi efisien biayanya dan efektif mengena sasarannya)
PUBLIC RELATIONS & PUBLICITY (Humas yang memberikan informasi, upaya pendekatan, pengenalan dan loyalitas pelanggan)
REPRESENTATIONS (Pilihan Agen Penjualan dan Marketing Network, Keanggotaan pada Organisasi sejenis, Trade shows, Mewakili Perusahaan didalam berbagai Events).
Yang dimaksud dengan Aspek Keuangan mencakup :
a. SUMBER DANA
(Modal sendiri, Pinjaman, Penyertaan Saham)
b. STUDI KELAYAKAN
( Utamanya menyangkut Operating Projection, Cash flow, IRR, NPV, ROI, ROE, Payback period)
c. BIAYA PEMBANGUNAN
(Modal Dasar, Pinjaman, Biaya Pra-Pembangunan, Biaya Konsultan, Biaya Arsitek, Biaya Konstruksi)
d. BIAYA LAIN-LAIN
(Manajemen Proyek, Perijinan, Asuransi, Bunga Pinjaman, Pajak dll)
e. SYSTEM AKUNTANSI HOTEL
(Chart of Accounts, Inventory maupun System Pelaporannya).
System ini dimaksud untuk dapat membandingkan kinerja (performance) pengelolaan hotelnya dengan hotel sejenis lain-lainnya diseluruh dunia yang mengikuti uniformed system tersebut.
7. ASPEK LINGKUNGAN
Aspek Lingkungan meliputi :
Upaya-upaya untuk Penghematan dalam Penggunaan Sumberdaya Alam a.l. dengan cara:
Pembangunan fisik sebuah Hotel bertaraf internasional Berbintang 3 – 5 pada umumnya memakan waktu sekitar 2 tahun setelah proses dibawah ini dilaksanakan :
3. ARTIST IMPRESSION
Dibuatkan gambar Impresi Pelukis untuk “menterjemahkan” bentuk bangunan menurut keinginan Investor
4. ARCHITECTURAL DESIGN6. SITE PLAN & DETAIL DRAWING
7. PENUNJUKAN MANAGEMENT PROYEK
8. WORKING DRAWING
9. PEMILIHAN KONTRAKTOR
10. PELAKSANAAN PROYEK
6. LINGKUP PEKERJAAN DAN METODA
PELAKSANAAN PROYEK
* PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK
* SITE PLANNING
Site Planning dibuat untuk mengatur & menempatkan segala sesuatu
yang di perlukan dalam pelaksanaan pembangunan, meliputi :
* PEKERJAAN PERSIAPAN PROJECT
Pekerjaan persiapan mencakup :ORGANISASI PELAKSANA DILAPANGAN
* Pelaksana
* Engineering
* Administrasi
* Quality Control
HAL - HAL PENTING YANG PERLU PERHATIAN PADA AKHIR PEMBANGUNAN
Sebagaimana biasanya, Calon Pengelola sejak tahap perencanaan menempatkan seorang Project Coordinator atau sebuah Team yang memberikan Asistensi teknis (Technical Assistance).
Project Coordinator bersama Pre- Management Team harus memperhatikan dan minimal melakukan hal-hal berikut :
PERSIAPAN PENGOPERASIAN HOTEL
Pada umumnya Pre - Management Team terdiri dari :
- Calon General Manager,
- Calon Chief Accountant / Financial Controller,
- Calon Manager Personalia ,
- Calon Manager Front Office,
- Calon Housekeeper,
- Calon Food & Beverage Manager
- Calon Chief Engineer.
Sebelum Trial Operations dan Soft Opening Pre-Management Team harus mempersiapkan hal-hal berikut :
Pemilik dan Pengelola Hotel harus mengadakan INSPEKSI MENYELURUH (Final) sebelum Grand Opening, untuk meyakinkan bahwa semua yang diperlukan oleh operations telah siap, mulai dari:
Penampilan fisik bangunan berikut Halaman dan Tempat Parkir, Area Publik, Front of the House, Kamar kamar, Fasilitas Food & Beverage, Keseluruhan Ambience, Berbagai macam Pelayanan, Perkantoran dsb.
Back of the House, termasuk Engineering, System Pencegah Kebakaran dan System Pengolahan Limbah serta Fasilitas untuk karyawan.
EKSTERIOR- Signage
- Driveway
- Parking Area
- Garden & Landscaping
- Building Exterior
- Main Entrance
PUBLIC AREAS-Interior decorations including Planters & Flowers
-Lightings
-Ventilations / AC
-Lobby & Lounge
-Public Toilettes
-House phones
-Reception / Front Desk / Bell Captain Desk
-Front Office / Reservations / Computers / Telephone Operators Room
-Elevators & Stair case
-Corridor
-Bedroom : Door locks / F.F.& E. / Linen / Stationary
-Bathroom : Towels / Amenities / Toiletteries
-Electrical & Electronic appliances
-Management Offices / SOP & Manuals
-Receptionists / Reservations
- Doormen / Bellboys
-F&B Services & Quality
-Roomboys / Maids
- Cashiers
-Uniforms
-Café / Restaurants & Bar
-Room Service
-Function rooms
-Catering
-Kitchen / Preparation Area / Processing Area / Pastry / Butcher
-Stewarding
-Stores
-General Atmosphere
-Attitude of the Management & Staff
-Activities
-Entertainment
-Employees Lockers
-Receiving Area
-Stores
-Offices
-Security
-Time keeping
-Engineering Office / Store / Workshop / Plant
-Transportation
PERSYARATAN DASAR TEKNIS OPERASIONAL SEBUAH HOTEL
ORGANISASI DAN PENGELOLAAN HOTEL
ORGANISASI HOTEL
ORGANISASI sebuah hotel dapat berbeda antara satu hotel dengan lainnya, disebabkan oleh karena lokasinya, kelas/bintangnya, typenya, besar-kecilnya maupun sistim manajemennya.
Akan tetapi pada umumnya organisasi sebuah hotel terdiri dari kelompok orang-orang yang secara teratur bekerja sama dan bertanggung jawab dalam fungsi atau pengurusan bidang bidang sebagai berikut :
Organisasi bervariasi dari satu hotel kelain hotel, disesuaikan dengan konsep maupun system yang diterapkan oleh Pengelolaanya.
Untuk hotel yang tergolong kecil dan sedang, bagan organisasinya dapat disederhanakan, antara lain dengan rangkapan tugas dan meniadakan jabatan-jabatan yang tidak perlu.
Kalau kita memperhatikan Organisasi ditinjau dari segi keuangan dan pelaporannya, maka organisasi hotel dapat dibagi dalam :
PENGELOLAAN (MANAGEMENT) HOTEL
Management Hotel adalah suatu ilmu terapan, yang dasar-dasarnya bersumber pada Ilmu management perusahaan pada umumnya ilmu manajemen hotel yang dikembangkan sejak dioperasikannya hotel-hotel modern dipengaruhi oleh cirri-ciri khusus industri perhotelan
FUNGSI-FUNGSI MANAGEMENT IALAH :
PLANNING - ORGANIZING ( & STAFFING) – ACTUATING (DIRECTING & MANAGING) – CONTROLLING
MISINYA ADALAH:
Memberikan kepuasan tamu-tamu dengan memberikan jasa-jasa pelayanan akomodasi , makan-minum dan jasa-jasa lain-lain sebaik-baiknya secara komersial, untuk mana diharapkan manfaat dan suatu keuntungan yang wajar.
MANAGEMENT HANYA DAPAT BERFUNGSI DENGAN BAIK
Apabila memiliki Organisasi yang memadai, disamping memiliki sumber-sumber daya (resources) berikut :
KRITERIA SEORANG GENERAL MANAGER
Seorang General Manager harus memiliki semua kriteria dasar seorang INTRAPRENEUR , yaitu seorang professional yang berjiwa ENTREPRENEUR , diantaranya ialah yang berikut ini:
Kemampuan & Kompetensi profesi
Kepribadian:
BUSINESS PLAN

HOTEL MARKETING
MENGAPA HARUS MELAKUKAN MARKETING ?
A. Marketing (pemasaran) adalah suatu proses dari sebuah konsep untuk mempertemukan “the needs and desires/wants” dari pasar dengan “product and services” yang dihasilkan oleh Pengusaha, sehingga terjadi pengalihan kepemilikan(transaction)
1) Needs (keperluan) manusia bisa saja terbatas, akan tetapi Desires / Wants (keinginan / kemauan) hampir tidak ada batasnya.
2) Melihat hal tersebut sebagai suatu Opportunity (peluang), maka seorang pengusaha yang jeli bisa memanfaatkannya dengan membuat Produk-produk serta Jasa yang mungkin cocok dan diperlukan orang banyak untuk dipasarkan, dengan harapan mendapatkan Profit (keuntungan).
B. Persaingan menuntut setiap hotel, apalagi yang baru, untuk memiliki keunggulan daya saing (competitive advantages) dalam segala hal, tidak cukup dengan mengandalkan comparative advantages saja.
C. Pemasaran (Marketing) sering disalah artikan dengan Penjualan (Sales), yang artinya adalah melaksanakan upaya terjadinya transaksi.
KONSEP PEMASARAN
1) Konsep Pemasaran diperlukan sebagai pemandu untuk pengambilan kebijakan yang bertujuan untuk antara lain :
a. Merumuskan pasar
b. Mempelajari kebutuhan dan selera pasar
c. Meninjau, menyempurnakan dan mengembangkan cara menyesuaikan Produk & Jasa seperti yang dibutuhkan / diminati pasar
d. Mengembangkan cara menciptakan demand pasar
MARKET REQUIREMENT
- TRENDY
* INNOVATIVE
- CHOICE
* FLEXIBLE
- QUALITY
* SUPERIOR
- COST & PROFIT
* EFFICIENT & EFFECTIVE
LEARNING - CONTINUOUS IMPROVEMENT - CHANGE - SPEED - INNOVATION
SIAPAKAH TAMU - TAMU HOTEL
Tamu-tamu hotel bisa terdiri dari wisatawan, pengusaha, pejabat, diplomat, crew pesawat terbang, individu dll.
Setelah diidentifikasi kecenderungan dan kelompok-kelompok tamu yang berbeda-beda, maka Manajemen Hotel akan menentukan pangsa pasar yang tepat dan paling menguntungkan, hal ini disebut melakukan segmentasi.
Segmentasinya pada umumnya dibagi berdasarkan hasil analisis sumber pemasoknya, yaitu
1. CORPORATE : Yaitu tamu-tamu yang bersumber dari Perusahaan besar-besar
yang umumnya sudah membuat kontrak tarif dengan discount
2. GOVERNMENT : Yaitu para pejabat pemerintah atau tamu tamu dari pemerintah
maupun para pejabat negara lainnya
3. DIPLOMATS : Corps diplomatik atau stafnya
4. TRAVEL AGENTS : GIT (Rombongan) maupun FIT(Individu) yang dipasok oleh
Biro Perjalanan atas dasar besarnya volume tamu yang dipasok
untuk periode tertentu dapat diberikan volume discount.
5. AIRLINES : Crew Airlines serta Stranded Passengers (Penumpang yang harus
menginap atas biaya Maskapai Penerbangan karena kerusak
pesawat)
6. WALK INS : Tamu-tamu yang datang tanpa booking atau reservasi terlebih
dahulu.
7. Tamu hotel juga dapat berasal dari pasokan SALES REPRESENTATIVES (Agents / Perwakilan), dari informasi yang diperoleh dari INTERNET dan berbagai MEDIA, maupun dari CROSS SELLING / RECIPROCITY hasil kerjasama antar hotel-hotel.
8. Tamu hotel dapat pula dihasilkan oleh EVENT ORGANIZERS ( disebut MICE BUSINESS ) dan juga mereka yang datang hanya untuk keperluan-keperluan lain tanpa menginap dikamar, seperti menjamu tamu-tamu, sekedar minimum-minum atau makan siang, makan malam dsb.
MUTU PELAYANAN YANG DIHARAPKAN OLEH PARA TAMU
Pelayanan yang responsive (reaksi cepat, efisien, efektif)
1) Tamu disambut dengan hormat, dianggap penting / dihargai, diberikan pertolongan
Pelayanan yang reliable ( dapat diandalkan, dipercaya )
2) Tamu mendapatkan pelayanan yang memuaskan, sesuai dengan permintaan dan harapannya
Pelayanan yang memberikan assurance (sistematis dan procedural)
3) Tamu dimengerti, mendapatkan kepastian mutu dan harga produk yang diinginkan
Pelayanan yang memberikan empathy (perhatian, berminat)
4) Tamu diingat, mendapat pelayanan yang ramah, menarik, bijaksana dan dihormati
Pelayanan yang tangible (Penampilan yang tampak)
5) Tamu dilayani dengan tertib, nyaman, penampilan yang rapih seragamnya, peralatan dan perlengkapan yang baik
Pelayanan yang hospitable (Kombinasi yang baik dari Product - Service behaviour dan Environment )
BUDGET PLAN
MENGAPA HARUS MEMBUAT BUDGET PLAN ?
A. Budget adalah target pendapatan dan biaya, yang dirangkum atas dasar asumsi-asumsi yang dihasilkan oleh Marketing Plan, yang akan menjadi pedoman, ukuran keberhasilan maupun sebagai alat pengendali dalam mengupayakan Profit (meningkatkan revenue dan menekan biaya)
B. Setiap akhir periode tertentu Perusahaan membuat Laporan Keuangan, yang membandingkan Pendapatan & Biaya yang actual dengan Budget yang direncanakan, gunanya ialah untuk meng-assess posisi perusahaan dan sebagai panduan untuk menetapkan tindakan-tindakan apa yang selanjutnya harus dilakukan. Laporan Keuangan tersebut setiap kwartal/semester dievaluasi dan setiap tahun diaudit.
C. Membuat laporan keuangan diawali dengan Opening Balance dan Financial Statement
BUDGET PLAN UNTUK PENGELOLAAN HOTEL TERDIRI DARI:
- OPERATIONAL BUDGET atau PROFIT & LOSS BUDGET
* Yaitu Anggaran yang langsung berhubungan dengan kegiatan operasional / pengelolaan hotel untuk periode tertentu
- CASH FLOW BUDGET
* Yaitu Dana tunai yang diperlukan untuk membiayai Fixed Cost (seperti gaji, Employee Meal,Jamsostek),Variable Cost (seperti Biaya-biaya per Departemen) dan Semi Variable Cost (seperti Listrik, Air, Telpon, PB I, PPh 21 dan 23)
- CAPITAL EXPENDITURE BUDGET
* Anggaran untuk pengadaan atau perbaikan Assets yang perlu persetujuan Pimpinan Perusahaan terlebih dahulu